Showing posts with label manusia. Show all posts
Showing posts with label manusia. Show all posts

Sunday, March 24, 2013

Menduga-duga dan Berspekulasi Terhadap Sesuatu, Baikkah?

Akan selalu ada hal-hal yang sifatnya simpang siur, abu-abu, masih belum jelas, dsb. Hal-hal ini mendorong orang untuk melakukan spekulasi dan dugaan, termasuk didalamnya berprasangka. Kemudian yang jadi pertanyaan, apakah baik menduga-duga itu?

berprasangka atau menduga-duga adalah usaha mencari kejelasan terhadap suatu hal yang belum jelas namun dengan mengemukakan opininya sendiri dalam melakukan dugaan dengan logika sendiri. Proses ini menimbulkan imbuhan terhadap hal tersebut namun belum tentu sesuai dengan keadaan aslinya. Karena berdasar pemikiran dan logika sendiri, maka suatu hal akan dapat diimbuhi dengan berbagai macam versi dan alur cerita. Tentu hasilnya adalah menjadikan suatu hal yang sebelumnya masih simpang siur dan belum jelas menjadi tambah "simpang siur".

Lalu apa baiknya?

Friday, March 22, 2013

Reaksi yang Salah, Lalu Apa?

Reaksi itu bakal selalu terjadi, yang membedakan adalah arah reaksi dan kuantitasnya. Arah reaksi cuma ada dua, positif dan negatif. Nothing more. Tidak ada reaksi yang netral, karena jika netral, berarti dia tidak bereaksi. Kuantitas adalah tingkatan reaksi, seberapa kuat orang itu bereaksi.

Kenyataannya adalah, sekarang lebih banyak reaksi yang bersifat negativisme. Orang cenderung memberikan reaksi yang destruktif, bukan yang konstruktif, apalagi apresiatif. Sepertinya kita sudah bisa mencari contoh masing-masing.

Bahkan, hal yang paling simpel saja sering diberikan reaksi yang negatif. Ketika ada hal yang terjadi, lebih banyak diberikan respon seperti mengumpat (saya sendiri juga tidak menepis bahwa juga melakukan hal ini beberapa kali). Memang kelihatan hal yang kecil dan sepele, namun karena hal kecil ini sering terjadi, akan tertanam dalam pola pikir orang tersebut, yang berakibat akan cenderung memberikan reaksi yang negatif.

Efeknya apa? Sangat hebat. Akan menyebar dan berlipat. Dimulai dari beberapa komentar/reaksi negatif, kemudian menjadi kebiasaan sehingga intensitas lebih sering. Saking seringnya menjadi sebuah pemakluman dan kebiasaan, kemudian akan ternanam bahwa hal tersebut menjadi hal yang biasa, dan yang paling parah, ketika sudah meracuni golongan muda, bahkan dari umur yang masih sangat kecil. Dan tidak ada hal yang baik dari kondisi semacam itu.

Lalu Apa?